Peredaran Narkotika Masih Tinggi di Aceh Tamiang

Peredaran Narkotika Masih Tinggi di Aceh Tamiang

Laporan : Chairu Dalpen

GipsiFM-Aceh Tamiang : Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Tamiang, sinyalir peredaran narkotika di kabupaten tersebut masih tergolong tinggi, indikasi terlihat dari jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kualasimpang yang hampir 70% diantaranya merupakan narapidana dalam kasus narkotika.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Tamiang Awaluddin sebagai Ketua BNK Aceh Tamiang dalam acara pencanangan hari anti narkotika, Kamis (26/6).

” Kita ketahui bahwa daerah kita juga daerah lintasan penyaluran ganja dari Aceh menuju Medan, jadi dua arah dari Aceh juga dari wilayah daratan ke Medan, begitu juga sebaliknya dari Medan miras masuk ke Aceh, jadi Tamiang ini satu kawasan yang memang sangat strategis atau rawan terhadap narkoba tersebut.” ujar Awaluddin.

Sementara Kapolres Aceh Tamiang, Hariyanta, menyebutkan pihaknya tetap mengoptimalkan penjagaan di perbatasan, namun dalam upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkotika perlu peran aktif masyarakat.

” Jadi kalau untuk keefektifan itu kriminal secara umum, tapi kalau untuk masalah narkoba ini Polisi tidak bisa kerja sendiri, masyarakat juga harus bekerja dan yang lebih banyak itu masyarakat, salah satu contoh, kita kalau tidak ada informasi dari masyarakat, kita juga tidak mengerti apa-apa.” sebut Hariyanta.

Menurut Hariyanta, jumlah personil Polisi di Aceh Tamiang masih terbatas, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Tamiang dan luas daerah, ” Sehingga peran serta masyarakat kita harapkan lebih aktif.” harapnya.

Dalam acara peringatan tersebut, BNK beserta jajaran Muspida plus dan sejumlah lembaga lainnya melakukan pemusnahan dua ratusan kilogram ganja kering, dan lusinan minuman keras yang disita selama kurun waktu enam bulan belakangan ini.

~ oleh gipsifm di/pada Juni 26, 2008.

2 Tanggapan to “Peredaran Narkotika Masih Tinggi di Aceh Tamiang”

  1. Koruptor banyak bersarang di Tamiang

  2. banyak orang yang baru jadi pejabat, pada kemarok korupsi semua pejabat di aceh tamiang….

Tinggalkan Balasan